Menanti Malam Nisfu Syaban 2026: Cek Jadwal, Keutamaan, dan Bacaan Doa Berbuka Puasa

Author Image

netralid

26 Januari 2026, 21:27 WIB

merupakan salah satu malam yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Malam pertengahan bulan Syaban ini dikenal sebagai malam penuh pengampunan dan doa-doa yang mustajab sebelum memasuki bulan suci . Menjelang tahun 2026, pertanyaan mengenai kapan tepatnya malam 2026 jatuh menjadi perhatian utama.

Untuk memastikan umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan baik, berikut adalah informasi mengenai jadwal, keutamaan, serta panduan penting terkait amalan sunnah, termasuk lafadz yang dianjurkan.

Kapan Malam Nisfu Syaban 2026 Ditetapkan?

Berdasarkan kalender Hijriah, Nisfu Syaban adalah malam yang jatuh pada tanggal 15 bulan Syaban. Karena penentuan tanggal Hijriah bergantung pada penampakan hilal (rukyatul hilal) atau perhitungan (hisab), penetapan resmi biasanya dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Jika merujuk pada perhitungan kalender Hijriah 1447 , 2026 diperkirakan akan jatuh pada malam sebelum tanggal 15 Syaban. Dengan asumsi 1 Syaban jatuh pada awal Maret 2026, maka (malam tanggal 15 Syaban) akan jatuh pada tanggal yang berdekatan dengan **Senin, 2 Maret 2026** (malam hari Minggu). Penetapan resmi Kemenag tetap menjadi acuan utama bagi umat Islam Indonesia.

Amalan Sunnah: Puasa di Hari Nisfu Syaban

Selain memperbanyak doa, zikir, dan shalat sunnah pada malamnya, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah pada hari Nisfu Syaban (tanggal 15 Syaban). Puasa ini merupakan salah satu amalan yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW di bulan Syaban, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis. Puasa ini menjadi persiapan spiritual sebelum tiba bulan .

Lafadz Doa Berbuka Puasa yang Shahih

Bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa sunnah di hari Nisfu Syaban, mengetahui lafadz yang shahih sangatlah penting. Terdapat dua versi doa yang umum digunakan dan keduanya memiliki dasar periwayatan yang kuat:

1. Doa Berbuka Puasa Versi Pertama (Populer)

Doa ini merupakan lafadz yang paling umum diucapkan saat berbuka puasa di Indonesia:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”

2. Doa Berbuka Puasa Versi Kedua (Berdasarkan Hadis Riwayat Abu Dawud)

Lafadz ini diriwayatkan berdasarkan hadis yang lebih kuat (shahih) dan dibaca setelah seseorang membatalkan puasanya (setelah makan atau minum):

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Artinya: “Telah hilang rasa haus dan telah basah urat-urat (tenggorokan) dan telah ditetapkan pahala, insya Allah.”

Dengan mengetahui jadwal pasti malam serta amalan dan yang benar, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan malam yang mulia ini untuk meraih dan ampunan dari Allah SWT.

Related Post