Miliarder sekaligus praktisi biohacking, Bryan Johnson, kembali menarik perhatian publik lewat langkah eksperimental terbarunya dalam upaya melawan penuaan. Johnson mengaku telah melakukan prosedur ‘mengkloning’ dirinya sendiri menjadi versi bayi dengan memanfaatkan teknologi sel punca (stem cell).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari dedikasinya untuk menghentikan proses penuaan biologis secara ekstrem. Upaya tersebut mempertegas obsesi sang miliarder dalam mencari formula ilmiah demi menjaga kebugaran organ tubuhnya agar tetap berfungsi layaknya usia muda.
Metode Sel Punca untuk Melawan Penuaan
Dalam klaim terbarunya, Bryan Johnson menjelaskan bahwa metode ‘kloning’ diri sebagai bayi yang ia maksud dilakukan melalui terapi sel punca. Terapi ini dirancang khusus dengan target regenerasi seluler guna mempertahankan kemudaan tubuh.
Baca Juga
Berdasarkan informasi yang dibagikan, proyek pemanfaatan sel punca ini berfokus pada dua tujuan utama:
- Melawan Penuaan: Menghambat dan membalikkan kerusakan seluler akibat bertambahnya usia.
- Menumbuhkan Organ: Membantu proses regenerasi dan pertumbuhan organ tubuh agar kembali ke kondisi optimal seperti sedia kala.
Komitmen terhadap Eksperimen Tubuh
Sebagai seorang biohacker yang berkomitmen penuh pada teknologi antipenuaan, Johnson terus mengeksplorasi batas-batas sains modern. Melalui klaim kloning sel punca ini, ia berusaha membuktikan bahwa manusia secara teoretis dapat memperbarui sistem biologis mereka sendiri.
Meskipun metode ini memicu banyak diskusi di kalangan medis, Johnson tetap konsisten membagikan perkembangan tubuhnya demi mengampanyekan potensi besar di balik terapi regenerasi sel punca untuk masa depan manusia.




