Mantan pelatih Tim Nasional Italia, Roberto Mancini, mengakui bahwa akhir dari masa jabatannya bersama skuad Gli Azzurri tidak berjalan dengan baik. Sadar akan kekecewaan yang ditinggalkan, pelatih berusia 59 tahun itu kini berharap bisa memperbaiki hubungan dan meminta maaf kepada para pendukung setia Italia.
Keputusan mendadak Mancini untuk mundur dari kursi kepelatihan pada Agustus 2023 lalu memang sempat mengejutkan publik sepak bola Italia, terlebih setelah dirinya menandatangani kontrak baru dengan tim nasional Arab Saudi tak lama kemudian. Hubungan emosional yang telah terbangun selama bertahun-tahun pun sempat merenggang akibat perpisahan yang dinilai kontroversial tersebut.
Harapan Memperbaiki Hubungan dengan Suporter Gli Azzurri
Mancini, yang sukses membawa Italia menjuarai Euro 2020, mengungkapkan penyesalannya terkait cara dirinya meninggalkan tim nasional. Meskipun sempat membawa kejayaan bagi publik Italia, kegagalan melaju ke Piala Dunia 2022 dan keputusan hengkang yang tiba-tiba menyisakan luka mendalam bagi para fans.
Baca Juga
“Saya tahu karier saya di Timnas Italia sempat berakhir tidak baik-baik. Kini, saya punya kesempatan untuk memperbaikinya,” ujar Mancini secara terbuka.
Bagi publik sepak bola Italia, Mancini adalah sosok yang menghadirkan dualitas emosi. Di satu sisi, ia dipuja sebagai pahlawan yang mengakhiri puasa gelar Eropa bagi Italia di Stadion Wembley pada tahun 2021. Di sisi lain, keputusannya untuk meninggalkan tim di tengah masa transisi tim nasional dianggap sebagai langkah yang mengecewakan bagi sebagian pihak.
Langkah Rekonsiliasi dan Masa Depan Mancini
Saat ini, fokus Mancini tidak hanya tertuju pada petualangan barunya di kancah internasional, melainkan juga bagaimana ia bisa kembali diterima dengan hangat oleh masyarakat Italia. Rekonsiliasi dengan para penggemar menjadi salah satu agenda personal yang sangat penting bagi mantan manajer Manchester City tersebut.
Meskipun kini tidak lagi menangani Gli Azzurri, warisan taktik dan kesuksesan yang pernah ia torehkan tetap menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Italia. Langkah Mancini untuk mengakui kesalahan dan berupaya memperbaiki hubungan dinilai sebagai titik awal yang positif dalam merajut kembali kepercayaan suporter yang sempat luntur.




