PACITAN – Aktivitas transportasi publik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah sempat terganggu menyusul terjadinya gempa bumi hari ini yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa pagi, 27 Januari 2026.
Laporan yang diterima menyebutkan, layanan Kereta Rel Listrik (KRL) rute Palur-Yogyakarta sempat terhenti sementara waktu di Stasiun Maguwoharjo sebagai respons cepat terhadap guncangan gempa terkini.
KRL Palur-Yogya Terapkan SOP Darurat Pasca-Gempa
Manajer Hubungan Masyarakat (Humas) KAI Daop 6 Yogyakarta, melalui keterangan resminya, membenarkan adanya penghentian sementara operasional KRL. Penghentian ini merupakan prosedur standar keselamatan yang wajib diterapkan setiap kali terjadi gempa di atas ambang batas tertentu di sekitar jalur rel.
Baca Juga
“Untuk memastikan keselamatan perjalanan, sesuai SOP, perjalanan KRL Palur-Yogya yang melintas di wilayah Maguwoharjo dihentikan sementara setelah menerima laporan info gempa hari ini baru saja,” ujar perwakilan KAI.
Tim teknis segera dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada kondisi jalur rel, jembatan, dan terowongan, khususnya di area yang paling terdampak getaran gempa jogja hari ini. Setelah dipastikan aman dan tidak ada kerusakan struktural, perjalanan KRL kembali dilanjutkan. Gangguan ini menyebabkan keterlambatan pada beberapa jadwal keberangkatan, namun dipastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan parah pada infrastruktur KAI.
Data Resmi BMKG Gempa Pacitan Hari Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan rilis resmi terkait gempa bumi terkini tersebut. Menurut data BMKG gempa hari ini, pusat gempa berada di laut, tepatnya 94 kilometer Barat Daya Pacitan, Jawa Timur.
Gempa tercatat memiliki Magnitudo (M) 5,2 dan terjadi pada pukul 05.45 WIB. Kedalaman pusat gempa terkini 2 menit yang lalu dilaporkan mencapai 10 kilometer. BMKG hari ini juga menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Guncangan lindu (sebutan lokal untuk gempa) dilaporkan terasa kuat di beberapa wilayah Jawa Timur dan DIY. Laporan intensitas guncangan (MMI) menyebutkan bahwa getaran terasa di Pacitan, Trenggalek, dan Malang (III MMI), serta dirasakan pula hingga Kediri, Surabaya, dan sebagian wilayah Jogja (II-III MMI).
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. BMKG menyarankan warga untuk terus mengikuti info gempa terkini melalui kanal resmi dan menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Meskipun gempa malang hari ini dan gempa jogja terasa, kami meminta masyarakat untuk selalu memeriksa kembali bangunan tempat tinggal. Pastikan tidak ada keretakan atau kerusakan yang dapat membahayakan pasca gempa 27 januari 2026 ini,” tutup pernyataan dari BMKG.

